Translate

Rabu, 16 September 2015

Wantilan dan dinamikanya ...bagian ke dua...


Suasana desa wantilan tahun 2015,sebuah ironi saat belasan perusahaan beroprasi di Wantilan namun suasana desa tetap endeso dan jauh dari kemegahan nama Wantilan yang mendunia bahkan nampak kumuh dan sangat sederhana,satu pertanyaan dalam benak warganya inikah profil Wantilan yang begitu megah dan menjadi rebutan kaum kapitalis untuk berinvestasi dengan mengeksplorasi kekayaan alam yang di miliki oleh desa Wantilan baik sumberdaya alam nya yang melimpah seperti GAS BUMI dan sumberdaya manusianya......
       Satu tugas berat bagi putra - putra terbaik Wantilan agar peduli serta menyadari akan kondisi yang tengah terjadi di lingkungan tanah kelahirannya....bukan hanya semata mengejar materi tetapi kepekaan imajinasi dan ketajaman insting yang harus di miliki untuk menata dan mengkaji kembali tujuan dari sebuah perubahan...industri welcome to Wantilan tetapi hendaknya tetap mengedepankan ramu - rambu dan kaidah yang ada di tengah warganya,agar alamnya tetap hijau lestari....budayanya kokoh terpatri serta kultur utuh tidak tercabik egoisme perubahan, yang hanya mewariskan kerusakan alam dan budaya yang ada.sehingga ke arifan lokal tetaf  mewarnai ornamen kehidupan desa yang terjaga dan terawat sehingga tercipta HARMONISASI sejati untuk di wariskan pada generasi berikutnya......
      Betapa sungguh sangat memilukan bila kancah kemajuan saat ini tidak di barengi dengan pemikiran pemikiran panjang kedepan karena bila di biarkan maka tatanan idaman kemajuan hanya sebuah mimpi semu bagi warganya ...monovoly bisnis dan kekeuasaan tidak akan mensejahterakan warganya sampai di masa yang akan datang justru sebaliknya kerumetan  sosial dan kerusakan alam akan terus berlangsung pribumi akan cuma menjadi penonton belaka ibarat tikus mati di lumbung padi.....sudah waktunya semua lini elemen masyarakat bersatu padu merajut dan menata Wantilan agar menjadi sebuah desa yang dapat menjadi contoh untuk desa desa yang lain...maju pembangunanya sejahtra masyarakatnya....adil dan merata bukan hanya di nikmati oleh kelompok tertentu atau perorangan.....
      Lihat dengan obyektif sungai tak lagi perawan dan jernih udara tak lagi sejuk dan bersih...kelompok minoritas telah dicekoki drama pelipur lara yang hanya menina bobokan untuk sesaat..sebuah keniscayaan bila kaum intelektual mudanaya hanya terobsesi materi semata tanpa menyadari tanah kelahiranya tercabik - cabik oleh kemajuan dan perubahan yang membabai buta.semoga timbul kesadaran bagi warga Wantilan yang mencintai Wantilan.........to be continue....next ......

Senin, 07 September 2015

WANTILAN meretas jaman menuai harapan

Sejak tahun 1990 mulai perusahaan masuk ke desa Wantilan (pt benang sari) dari situlah geliat industri mewarnai kultur agraris warganya,pembauran kaum pendatang dengan pribumi kian marak seiring berdatangannya para investor dari berbagai bidang dunia usaha,sawah dan ladang kian beralih pungsi menjadi tebing beton yang kokoh dan tak kenal kompromi seolah di paksa warga menelan perubahan yang penuh dengan dilema dan dinamika......

Apalagi sejak tahun 2010 industri garmen ikut meramaikan investasi di desa wantilan ,ribuan buruh dari berbagai daerah bahkan dari luar jawa ikut berbaur menuai harapan yang menjajikan demi tujuan perubahan hidup yang kian ketat untuk bertarung di kancah kompetisi yang kadang kurang sportif,tak ayal ritmeu kehidupan harus di selaraskan dengan kondisi yang tengah merebak....persaingan usaha,perebutan jabatan menjadi target prioritas yang kian kental berjejal...kini belasan pabrikan bercokol beroprasi menjadi pilahan banyak orang untuk menaruh sejuta harapan...
Namun ada yang di lupakan saat semua baru menyadari dari sekian perubahan tersebut ternyata telah merenggut keperawanan alam Wantilan yang asri dan dan natural, baik kultur budaya dan alamnya...sungai tak lagi bening bersahabat,suara tak lagi sunyi mendamaikan berganti dengan keluh kesah warganya dengan segala dinamika dan froblematika sosial yang menggejolak seperti persaingan usaha,persaingan investasi....bahkan persaingan jabatan karena Wantilan sudah menjadi pilot projec yang menjajikan....

Kini 2015 sudah belasan pabrik beroprasi otomatis kiprah  masyarakatnyapun kian ramai dan padat,hingar bingar industri kian marak....kompleksitas masalah yang ada seperti takan pernah usai dan berujung ditambah lagi dengan kehadiran tol cipali yang tak ayal kawasan industri  sudah ancang-ancang bertengger meramaikan wantilan dan sekitarntya.....satu yang musti jadi kesadaran bagi warga Wantilan  harus mencoba evalausi dengant tujuan HARMONISASI MAKSIMAL dari semua perubahan ,dengan harapan akan membawa harapan dan kesejahtraan  yang baik dan merata bagi semua kalanagan ,bukan untuk golongan tertentu atau pribadi karena wantilan adalah milik semua yang mencintainya...PR yang harus jadi prioritas agar perubahan tersebut tidak menjadi racun bagi generasi Wantilan di kemudian hari,sudah saatnya antara generasi tua dan kalangan muda bersatu padu berpikir,berbuat dan berkarya membuat format yang matang dan bijak agar kelak Wantilan bisa berbicara di tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi dan prestise yang mumpuni.....
bersambung.................................................................................