Translate

Selasa, 23 Februari 2016

WARISAN YANG BELUM TERGALI

WANTILAN adalah  harta karun untuk generasi turun temurun......itupun bisa di buktikan andai ada kesadaran bagi semua elemen yang ada di dalamnya,kenapa tidak.............kesuburan tanah airnya bukti yang hakiki serta fakta yang ada..........
Berbagai celah dan aset yang belum terjamah hal mendasar....yang perlu dikaji...di gali serta di buktikan....ada pepatah kuno mengatakan "tikus mati di lumbung padi"................dari pribahasa tadi kita bisa mencoba menggali sekelumit arti yang lebih spesipik dalam artian yang maha luas.....satu contoh...dengan keberadaan industri / pabrik yang beroprasi di desa Wantilan.. kita bisa memoles sebuah karya besar dan spektakuler bahkan bagi generasi berikutnya....yaitu pengolahan dan menejemen limbah yang proporsional dan propesional.....
Kita ketahui selama ini hal tersebut di atas belum tersentuh secara tertib administrasi dan propesional..tapi hanya konpensional dan personal...di situ saja kita sudah membiarkan satu peluang unggulan yang nota bene merupakan titik perubahan pemerintahan desa.
Berangkat dari situ coba kita kaji andai pengolahan limbah yang ada melibatkan institusi desa secara akuntabilitas transparan dan berkeadilan ..maka bukan hanya mimpi....perubahan drastis akan di rasakan oleh semua kalangan...dan yang lebih penting kesejahtraan aparatur desa beserta warganya  akan terasa dengan dinikmati oleh semua warganya secara merata dan berkeadilan...............
Skarangpun bukan berarti salah tetapi akan lebih baik andai dilakukan reposisi dan penataan ulang sehingga kerja serta karya pengolahan limbah tadi ada satu pengukuhan dan legalitas formal yang melibatkan pemerintahan desa.....tuangkan dalam peraturan desa (perdes) buat aturan yang mengikat dan fositif secara horizontal fertikal dua arah...tanpa mengganggu yang sudah berjalan selama ini....
Perdes bukan berarti mengaambil alih prosedur yang sudah berjalan tapi merupakan penjabaran yang lebih komperhensif secara harmonis sehinggaada cost / incom yang rutin  bagi kas desa..besaran nya tergantung dari mupakat dan musyawarah antara pengelola dengan pengurus yang telah di tunjuk..dengan porsi yang se imbang....ada dari pemerintah desa..lembaga pemberdayaan desa(lpm) dan badan permuswaratan desa(bpd)atau bila perlu dari tokoh masyarakat yang dipercaya....................
dari situ kita bisa mengkalkulasi angka angka yang pasti bahkan keuntungan lain bagipengelola yang sudah berjalan ini merupakan protekks yang kokoh dan legitimit sampai kedepanya....
Bayangkan sepuluh pabrik aja kita ambil contoh.......kas desa punya persentaseu Rp 100/kg dari semua item yang ada di kali 2 ton per sekali narik kali 10 pabrik......jumlah yang tidak sedikit....tentunya......andai dalam satu bulan bisa dua atau tiga kali penarikan........sungguh bukan nilaiyang sedikit...bukan......................
Lalu pendistribusianya ....bisa untuk - kesejahtraan aparatur desa sampai ke rt/rw
                                                           - fasilitas fisik dan sosial
                                                           - bea siswa dll
Selama ini sangat di sayangkan kita hanya menunggu sumbangan dan bantuan dari pemerintah untuk melakukan berbagai program pembangunandi desa tetapi kita tidak mau menggali potensi yang sebenarnya ada dan nampakdi depan mata kita.......................tinggal ada kemauan dari semua pihak untuk duduk dalam satu meja merumuskan strategi jitu yang paling cocok dan tidak merugikan siapapun...................
Andai hal tadi terwujud ini akan menjadi prestasi tertinggi bagikehidupan dan masa depan wantilan baik di masa sekarang dan masa yang akan datang......buang egoismeu pribadi dan golongan karena hanya akan menimbulkan perpecahan semata.....
Ingat kemajuan Wantilan harus di nikmati pula oleh orang Wantilan.............bukan berarti pendatang tidak boleh berusaha tetapi harus merujuk pada aturan yang ada demi kemajuan dan kesejahtraan Wantilan
Sudah saatnya Wantilan megah semegah hingarbingarnya kabar di seantero jagat karena menjadi tujuan dan tumpuan hidup orang dari berbagai daerah dan bangsa.